Takalar Rumah Kita, Harus Bersih!” Bupati Daeng Manye Pimpin Perdana Jumat Bersih
TOPIKTAKALAR.COM.Bupati Takalar, Mohammad Firdaus Daeng Manye, memimpin langsung kegiatan pembersihan lingkungan di depan RSUD Haji Pajonga Daeng Ngalle (RSUD HPDN), Jumat (13/02/2026).
Dalam kegiatan “Jumat Bersih” perdana tersebut, Bupati yang akrab disapa Daeng Manye itu tampak memegang sapu dan membersihkan halaman rumah sakit bersama petugas kebersihan, ASN, dan non-ASN lingkup RSUD.
Di sela-sela kegiatan, kepada awak media Daeng Manye menyampaikan bahwa gerakan ini akan menjadi agenda rutin setiap hari Jumat dengan sistem pembagian lokasi dan tugas yang telah diatur.
“Jadi hari ini perdana. Nanti berikutnya setiap hari Jumat kita laksanakan dengan pembagian lokasi dan tugas. Kita juga akan terus evaluasi dan melihat apa yang perlu kita tingkatkan,” ujarnya.
Ia mencontohkan, pada pelaksanaan perdana ini masih ditemukan kekurangan alat kebersihan. Karena itu, pemerintah daerah akan segera menambah fasilitas seperti sapu, sekop, arit, kantong dan plastik sampah agar hasil kerja lebih maksimal dan lingkungan benar-benar bersih serta rapi.
Menurutnya, gerakan ini tidak hanya difokuskan di lingkungan perkantoran, tetapi juga menyasar tempat-tempat umum seperti Lapangan Makkatang Daeng Sibali, kawasan pasar, lokasi pedagang, jalan utama provinsi, hingga jalan nasional.
“Kita ingin Takalar ini adalah rumah kita. Kalau rumah kita, tentu harus bersih. Gerakan ini akan kita lakukan dari kota sampai ke desa, dari desa hingga dusun-dusun. Ini tanggung jawab bersama dan harus dilakukan secara konsisten serta berkelanjutan dengan melibatkan masyarakat,” tegasnya.
Bupati juga menekankan pentingnya perubahan budaya (culture) dalam menjaga kebersihan, di samping peran pemerintah dalam menyiapkan sarana tempat sampah yang memadai.
Ia berharap kebiasaan hidup bersih dapat menjadi budaya masyarakat, sehingga Takalar tampil indah, asri, dan nyaman.
Selain itu, Daeng Manye mengimbau masyarakat untuk mulai memilah sampah dari rumah tangga. Sampah yang tidak dapat terurai seperti plastik, botol, kaleng, dan popok agar dipisahkan untuk kemudian diangkut petugas ke tempat pembuangan dan pengolahan sesuai regulasi.
Sementara sampah organik seperti daun, kayu, dan sisa makanan dapat dikubur di lubang tanah agar terurai secara alami dan tidak mencemari lingkungan.
“Kita berbicara lingkungan ada aturan dan regulasinya. Jadi mari kita patuhi bersama. Harapan kita, Takalar benar-benar menjadi rumah yang bersih, asri, dan nyaman bagi semua,” pungkasnya.