TOPIK TAKALAR

Jumat, 28 Agustus 2026

Ketua TP-PKK Takalar Bersama PMI Salurkan Air Bersih ke Tiga Desa Terdampak Kekeringan

TAKALAR- Kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak kekeringan kembali ditunjukkan Tim Penggerak PKK (TP PKK) Kabupaten Takalar bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Takalar.

Pada Kamis, 27 Agustus 2026, Ketua TP PKK Kabupaten Takalar, Ny. Hj. Dewi Sri Ekowati Firdaus, bersama PMI Kabupaten Takalar menyalurkan bantuan air bersih kepada warga di tiga desa yang terdampak kekeringan akibat cuaca ekstrem dan fenomena El Nino.

Tiga wilayah yang menjadi sasaran penyaluran bantuan tersebut yakni Desa Laikang, Desa Pattopakang, dan Desa Bontoparang, Kecamatan Laikang. Kegiatan tersebut turut disaksikan Camat Laikang, Marwan Taba.

Penyaluran air bersih ini merupakan bentuk kepedulian sekaligus respons TP PKK dan PMI Kabupaten Takalar terhadap kondisi masyarakat yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Dalam kegiatan tersebut, Ny. Hj. Dewi Sri Ekowati Firdaus turut berinteraksi dengan warga dan memberikan edukasi agar masyarakat dapat menggunakan air secara bijak, mengingat kondisi kekeringan masih menjadi tantangan bagi sejumlah wilayah.

“Bantuan air bersih ini merupakan bentuk kepedulian kami kepada masyarakat yang terdampak kekeringan. Semoga bantuan ini dapat meringankan kebutuhan warga dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Ny. Hj. Dewi Sri Ekowati Firdaus.

Bantuan air bersih kemudian disalurkan ke sejumlah titik di tiga desa tersebut. Kehadiran bantuan itu mendapat sambutan positif dari masyarakat yang menyampaikan apresiasi atas perhatian dan kepedulian TP PKK Kabupaten Takalar bersama PMI.

Mewakili Ketua PMI Kabupaten Takalar, H. Muh. Irwan menyampaikan bahwa kolaborasi antara TP PKK dan PMI merupakan bagian penting dalam memperkuat kegiatan sosial dan kemanusiaan di tengah masyarakat.

Ia berharap sinergi tersebut dapat terus ditingkatkan, khususnya dalam merespons berbagai kondisi yang membutuhkan bantuan kemanusiaan.

“Kolaborasi antara TP PKK dan PMI Kabupaten Takalar diharapkan terus ditingkatkan, utamanya dalam kegiatan-kegiatan sosial dan kemanusiaan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat,” ungkapnya.

Penyaluran bantuan air bersih ini menjadi wujud nyata sinergi antara TP PKK dan PMI Kabupaten Takalar dalam membantu masyarakat menghadapi dampak kekeringan.

Di tengah keterbatasan sumber air akibat kondisi cuaca ekstrem, kehadiran bantuan tersebut diharapkan mampu membantu memenuhi kebutuhan dasar warga sekaligus memperkuat semangat gotong royong dalam menghadapi situasi kekeringan.

TP PKK Kabupaten Takalar bersama PMI pun diharapkan terus memperkuat kolaborasi dalam berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan, terutama dalam memberikan respons cepat kepada masyarakat yang membutuhkan.

Rabu, 26 Agustus 2026

Pemkab Takalar Serahkan Rancangan KUA-PPAS 2027 ke DPRD, Fokus pada Efisiensi Fiskal dan Lima Agenda Pembangunan

Pemerintah Kabupaten Takalar secara resmi menyerahkan rancangan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Tahun Anggaran 2027 kepada DPRD Takalar. Penyerahan dokumen ini dilakukan langsung oleh Bupati Takalar, Mohammad Firdaus Daeng Manye, dalam Rapat Paripurna DPRD yang dipimpin oleh Wakil Ketua II DPRD Takalar, Irwan Iskandar.
Dalam penyampaiannya, Bupati Firdaus menjelaskan bahwa rancangan KUA-PPAS 2027 disusun dengan mengacu pada prioritas pembangunan nasional, provinsi, serta Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Takalar 2027. Dokumen ini dirancang sebagai arah strategis dalam mengelola keuangan daerah secara berhati-hati guna menjawab berbagai kebutuhan masyarakat di tengah keterbatasan fiskal.

Pemerintah Kabupaten Takalar menetapkan lima agenda prioritas pembangunan untuk tahun 2027. Agenda tersebut meliputi peningkatan tata kelola pemerintahan yang berintegritas, penguatan pertumbuhan ekonomi berbasis agromaritim dan digital, pembangunan sumber daya manusia yang inklusif, penyediaan infrastruktur berkelanjutan, serta penguatan harmoni lingkungan dan mitigasi perubahan iklim.

Dari sisi keuangan daerah, proyeksi pendapatan daerah Takalar pada 2027 ditetapkan sebesar Rp998,457 miliar. Angka ini mengalami penurunan sekitar Rp17,614 miliar atau 1,73 persen dibanding proyeksi APBD 2026, yang dipengaruhi oleh penyesuaian sejumlah objek Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta dana transfer pemerintah.

Sejalan dengan penurunan pendapatan, target belanja daerah 2027 juga disesuaikan menjadi sekitar Rp969,567 miliar atau turun 4,12 persen dari tahun sebelumnya. Kebijakan rasionalisasi belanja ini diambil sebagai langkah antisipatif untuk menjaga kesehatan fiskal daerah agar tetap efektif, efisien, dan tepat sasaran.

Sementara itu, pada sektor pembiayaan, penerimaan yang bersumber dari Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (Silpa) diproyeksikan sebesar Rp10 miliar, sedangkan pengeluaran pembiayaan dialokasikan sebesar Rp38,890 miliar untuk pelunasan cicilan pokok utang. Kebijakan ini mencerminkan komitmen pemerintah daerah dalam mengelola kewajiban finansial secara transparan.

Selanjutnya, rancangan KUA-PPAS 2027 ini akan melalui tahap pembahasan bersama antara pihak eksekutif dan legislatif. Bupati Takalar berharap sinergi yang baik dengan DPRD dapat menghasilkan APBD 2027 yang sehat secara fiskal serta mampu memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi kesejahteraan masyarakat Takalar.


Senin, 24 Agustus 2026

Bupati Takalar Perintahkan BKAD Segera Cairkan Dana Operasional Non Siltap Tahap Kedua, Tekankan Kades Tetap Solid Layani Masyarakat

Pemerintah Kabupaten Takalar terus menunjukkan perhatian terhadap kelancaran roda pemerintahan di tingkat desa. Salah satunya dengan memastikan pencairan dana operasional pemerintahan desa, Non Siltap tahap kedua, untuk 3 bulan periode April hingga Juni.

Hal tersebut dibahas dalam pertemuan Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Takalar, Parawansa, bersama Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) Takalar, Achmad Rifai, dengan Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye. Di Ruangan Kerja Bupati. Senin 24 Agustus 2026

Dalam pertemuan tersebut, Ketua APDESI menyampaikan sejumlah hal terkait kebutuhan dan kelancaran pencairan Dana Operasional Non Siltap tahap kedua. Dana tersebut dinilai penting dalam menunjang operasional pemerintahan desa sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat terus berjalan secara optimal.

Merespons hal tersebut, Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye langsung memberikan arahan kepada pengelola keuangan daerah, dalam hal ini Kepala BPKD Takalar Muh. Rifai, agar proses pencairan dana operasional pemerintah desa Non Siltap tahap kedua segera ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku.

Arahan tersebut menjadi bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Takalar dalam mendukung keberlangsungan pemerintahan desa sekaligus memastikan kebutuhan operasional di tingkat desa tidak menghambat pelayanan kepada masyarakat.

Bupati Daeng Manye juga menekankan pentingnya kekompakan dan soliditas para kepala desa dalam menjalankan roda pemerintahan di wilayah masing-masing.

Menurutnya, kepala desa memiliki peran strategis sebagai ujung tombak pemerintahan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Karena itu, seluruh kepala desa diharapkan tetap solid, membangun komunikasi yang baik serta bersama-sama menjaga kondusivitas dalam menjalankan pemerintahan dan pembangunan desa.

“Pak Desa harus selalu solid dalam menjalankan pemerintahan di desanya, terutama dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” pesan Bupati Daeng Manye.

Ia menegaskan, dukungan terhadap pemerintah desa tidak hanya berkaitan dengan aspek anggaran, tetapi juga bagaimana seluruh perangkat pemerintahan desa mampu bekerja secara bersama-sama, bertanggung jawab dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Dengan adanya arahan tersebut, diharapkan proses pencairan Dana Operasional Non Siltap tahap kedua dapat segera terealisasi sehingga aktivitas pemerintahan dan pelayanan publik di seluruh desa di Kabupaten Takalar dapat berjalan semakin baik.

Pemerintah Kabupaten Takalar pun terus mendorong sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah desa dan seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat pembangunan dari tingkat desa serta menghadirkan pelayanan yang cepat, efektif dan berpihak kepada kebutuhan masyarakat.


Minggu, 23 Agustus 2026

Bupati Takalar Terus Bergerak Buka Peluang Besar Untuk Kemajuan Takalar

TAKALAR – Tantangan pembangunan tidak selalu menjadi alasan untuk berhenti melangkah. Justru di tengah keterbatasan, pemerintah dituntut untuk semakin kreatif membaca peluang, membangun kolaborasi, serta menghadirkan solusi yang berdampak bagi masyarakat.

Semangat tersebut terus ditunjukkan Bupati Takalar, Mohammad Firdaus Daeng Manye, dalam mendorong percepatan pembangunan di Kabupaten Takalar.

Di tengah kebijakan efisiensi anggaran pemerintah pusat yang turut berdampak pada kemampuan fiskal daerah, Pemerintah Kabupaten Takalar terus mencari berbagai alternatif untuk menjaga keberlanjutan pembangunan.

Bagi Daeng Manye, keterbatasan anggaran bukan alasan untuk berhenti. Sebaliknya, kondisi tersebut menjadi tantangan untuk memperkuat inovasi, membuka peluang investasi, memperluas jejaring kerja sama, dan mengoptimalkan potensi daerah.

Dorong Program Strategis
Salah satu langkah yang terus didorong adalah pembangunan Sekolah Rakyat di Takalar. Program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memperluas akses pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Takalar menjadi salah satu daerah di Sulawesi Selatan yang memperoleh program tersebut setelah pemerintah daerah aktif membuka komunikasi dan memperjuangkan hadirnya program strategis pemerintah pusat.

Selain sektor pendidikan, pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih juga menjadi perhatian pemerintah daerah. Program ini diharapkan mampu memperkuat sektor kelautan dan perikanan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Buka Peluang Investasi
Tak hanya mengandalkan anggaran pemerintah, Bupati Daeng Manye juga aktif membuka ruang investasi dan membangun komunikasi dengan berbagai pihak.

Potensi Takalar di sektor pertanian, perikanan, industri hingga pariwisata terus didorong agar mampu menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru.

Pengembangan sektor pariwisata juga menjadi bagian dari strategi tersebut. Potensi wisata alam yang dimiliki Takalar diharapkan dapat menarik wisatawan, membuka peluang usaha, sekaligus menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar.

Perkuat Birokrasi dan Jejaring
Pergerakan pemerintah daerah juga menyasar pembenahan internal pemerintahan melalui penataan birokrasi, peningkatan kualitas aparatur, pengembangan sumber daya manusia, serta penguatan tata kelola pemerintahan.

Komunikasi dan silaturahmi dengan berbagai institusi terus dibangun untuk membuka peluang kerja sama.

Jejaring tersebut bahkan diperluas hingga tingkat internasional. Bupati Daeng Manye sebelumnya melakukan kunjungan ke Beijing, China, untuk membuka peluang kerja sama dan investasi. Komunikasi dengan pihak Australia juga terus dijajaki sebagai bagian dari strategi memperluas jejaring pembangunan Takalar.

Di tingkat nasional, pemerintah daerah turut memperkuat hubungan dengan masyarakat Takalar di perantauan, salah satunya melalui silaturahmi dengan Badan Pengurus Nasional Kerukunan Keluarga Turatea Panrannuangku (BPN KKTP) di Jakarta.

Takalar Cepat Butuh Kolaborasi
Bupati Daeng Manye menilai pembangunan tidak dapat dilakukan pemerintah seorang diri. Dibutuhkan dukungan masyarakat, dunia usaha, diaspora Takalar, perguruan tinggi, lembaga pemerintah dan berbagai mitra strategis lainnya.

Semangat kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya mewujudkan Takalar yang semakin maju, mandiri dan sejahtera.

Di tengah berbagai keterbatasan, Daeng Manye memilih untuk terus bergerak, mencari peluang, membangun komunikasi dan memastikan potensi daerah dapat dioptimalkan untuk kepentingan masyarakat.

Takalar Cepat pun tidak hanya dimaknai sebagai kecepatan pembangunan, tetapi juga semangat untuk cepat membaca peluang, cepat mengambil langkah, cepat membangun kolaborasi, dan cepat menghadirkan manfaat bagi masyarakat.

Langkah tersebut menjadi bagian dari ikhtiar Pemerintah Kabupaten Takalar membawa Butta Panrannuangku menuju daerah yang semakin berkembang, terbuka terhadap investasi, kuat dalam sumber daya manusia, serta mampu mengoptimalkan potensi lokal untuk kesejahteraan masyarakat. 

Bupati Takalar Turun Langsung Distribusikan Air Bersih di Kecamatan Laikang

TAKALAR – Hari Minggu bagi sebagian masyarakat menjadi waktu untuk berkumpul bersama keluarga. Namun, bagi seorang pemimpin, kepedulian terhadap kondisi masyarakat tidak mengenal hari libur.

Hal itu ditunjukkan Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye, yang turun langsung menemui warga dan ikut mendistribusikan bantuan air bersih kepada masyarakat yang terdampak kekeringan di Desa Bontoparang, Kecamatan Laikang, Kabupaten Takalar, Minggu (23/8/2026).

Kehadiran Bupati Daeng Manye di tengah masyarakat menjadi bentuk nyata perhatian Pemerintah Kabupaten Takalar terhadap warga yang saat ini menghadapi keterbatasan pasokan air bersih akibat dampak kekeringan dan fenomena El Nino.

Setibanya di lokasi, Bupati Daeng Manye tidak hanya memantau proses penyaluran, tetapi juga berinteraksi langsung dengan warga. Ia melihat kondisi masyarakat sekaligus memastikan bantuan air bersih dapat diterima dan dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Antusiasme warga pun terlihat saat menerima bantuan. Sejumlah warga datang membawa berbagai perlengkapan penampungan air, mulai dari baskom, ember, galon berukuran besar hingga jerigen.

Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat, khususnya warga di wilayah yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Takalar Daeng Manye menyampaikan bahwa distribusi air bersih merupakan bentuk respons pemerintah terhadap kebutuhan masyarakat yang terdampak kekeringan.

«“Hari ini kita membagikan bantuan air bersih dari PDAM Kabupaten Takalar kepada masyarakat yang membutuhkan. Kegiatan ini dilaksanakan langsung atas arahan Pj. Bupati Takalar,” ujarnya.»

Menurutnya, penyaluran bantuan air bersih tersebut telah menjangkau sejumlah titik yang mengalami krisis air bersih.

“Lokasi pembagian air bersih hari ini merupakan titik ke-13 yang kami jangkau, khususnya di wilayah Kecamatan Laikang, Kabupaten Takalar,” lanjutnya.

Daeng Manye berharap bantuan yang disalurkan dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat untuk memenuhi kebutuhan harian di tengah kondisi kekeringan.

“Harapan kami, bantuan air bersih ini dapat dimanfaatkan seluas-luasnya oleh warga sekitar untuk memenuhi kebutuhan harian di tengah dampak kekeringan,” katanya.

Ia menjelaskan, masih terdapat sejumlah desa yang menghadapi keterbatasan pasokan air bersih karena belum tersedianya sumber air yang memadai.

“Oleh karena itu, melalui program tanggap darurat bantuan air bersih ini, diharapkan beban masyarakat akibat dampak kekeringan dapat berkurang,” tuturnya.

Kepala Desa Bontoparang Apresiasi Kepedulian Pemerintah

Mewakili masyarakat Desa Bontoparang, Kepala Desa Bontoparang Abd Rahman menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Takalar atas perhatian dan kepedulian yang diberikan kepada warganya yang tengah menghadapi kesulitan air bersih.

Menurut Abd Rahman, kehadiran pemerintah secara langsung di tengah masyarakat menjadi bukti bahwa kondisi dan kebutuhan warga tetap menjadi perhatian pemerintah daerah.

“Atas nama pemerintah desa dan seluruh masyarakat Desa Bontoparang, kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Takalar, khususnya Bapak Bupati Daeng Manye, atas kepedulian dan bantuan air bersih yang diberikan kepada warga kami,” ungkapnya.

Ia mengatakan, bantuan tersebut sangat berarti bagi masyarakat, terutama dalam memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari di tengah kondisi kekeringan.

“Kami sangat mengapresiasi perhatian pemerintah. Bantuan ini sangat berarti bagi masyarakat kami. Semoga kepedulian seperti ini terus terjalin dan menjadi semangat bersama dalam menghadapi berbagai persoalan yang dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Abd Rahman juga mengapresiasi langkah pemerintah yang tidak hanya hadir melalui kebijakan, tetapi turun langsung melihat kondisi masyarakat di lapangan.

Menurutnya, sinergi antara Pemerintah Kabupaten Takalar dan pemerintah desa sangat penting agar setiap kebutuhan masyarakat dapat segera ditindaklanjuti.

“Ini merupakan bentuk nyata kehadiran pemerintah di tengah masyarakat. Kami berharap sinergi dan komunikasi yang baik antara pemerintah daerah dan pemerintah desa terus terjaga demi memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” tutupnya.

Bupati Daeng Manye juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam proses pendistribusian air bersih sehingga bantuan dapat sampai langsung kepada masyarakat.

“Terima kasih banyak atas kerja sama seluruh pihak,” pungkasnya.

Langkah turun langsung ke lapangan tersebut menjadi salah satu bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Takalar untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap mendapat perhatian, terutama di tengah kondisi kekeringan yang berdampak terhadap sejumlah wilayah.

Kehadiran pemerintah di tengah warga diharapkan tidak hanya memberikan bantuan secara langsung, tetapi juga memperkuat semangat kebersamaan dan gotong royong dalam menghadapi dampak kekeringan, sekaligus memastikan masyarakat tidak merasa sendiri dalam menghadapi kondisi tersebut.


Sabtu, 22 Agustus 2026

Bupati dan Wabup Takalar Antar Almarhum H.M. Natsir Ibrahim ke Peristirahatan Terakhir Dimakam TMP Polongbangkeng

TAKALAR – Mantan Wakil Bupati Takalar, H.M. Natsir Ibrahim, dimakamkan secara militer di Taman Makam Pahlawan (TMP)Polongbangkeng, Kabupaten Takalar, Sabtu (22/8/2026). Prosesi pemakaman yang berlangsung khidmat tersebut dihadiri jajaran pemerintah daerah, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), keluarga, sahabat, serta tokoh masyarakat yang datang untuk memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum.


Upacara pemakaman dilaksanakan sekitar pukul 13.00 WITA di Taman Makam Pahlawan Polongbangkeng, Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Kalabbirang, Kecamatan Pattallassang. Dandim 1426/Takalar Letkol Inf Anton Timotius Milala bertindak sebagai inspektur upacara dalam prosesi penghormatan terakhir tersebut.


Turut hadir Bupati Takalar Ir. H. Mohammad Firdaus Daeng Manye bersama Ketua TP PKK Kabupaten Takalar Dewi Sri Ekowati Firdaus, Wakil Bupati Takalar Dr. H. Hengky Yasin, mantan Ketua DPRD Takalar Nasar Baso, Anggota DPR RI Achmad Daeng Se’re, sejumlah anggota DPRD, Forkopimda, mantan pejabat daerah, serta tokoh masyarakat. Keluarga almarhum, termasuk istri Hj. Ugi dan anaknya Gagi, juga mengikuti seluruh rangkaian pemakaman.

Prosesi diawali dengan penghormatan terakhir kepada almarhum, dilanjutkan pembacaan riwayat hidup dan amanat upacara. Selanjutnya dilakukan penurunan jenazah ke liang lahat, penimbunan makam, tabur bunga, serta doa penutup sebagai penghormatan terakhir atas jasa dan pengabdian almarhum kepada daerah.


Dalam amanatnya, Wakil Bupati Takalar Hengky Yasin menyampaikan bahwa H.M. Natsir Ibrahim merupakan bagian penting dari perjalanan pemerintahan dan politik di Kabupaten Takalar. Menurutnya, dedikasi dan pengalaman almarhum selama mengemban amanah sebagai wakil bupati menjadi bagian dari sejarah daerah yang patut dikenang dan dihargai oleh generasi penerus.

Senada dengan itu, Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye memberikan penghormatan atas pengabdian almarhum selama berkecimpung dalam pemerintahan. Ia menilai perjalanan dan kontribusi H.M. Natsir Ibrahim telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari perkembangan Kabupaten Takalar

“Beliau adalah bagian dari perjalanan pemerintahan Takalar. Pengabdian dan pengalaman yang beliau tinggalkan menjadi bagian dari sejarah daerah yang patut kita hormati,” ujar Daeng Manye.

Sementara itu, Dandim 1426/Takalar Letkol Inf Anton Timotius Milala mengatakan bahwa upacara pemakaman tersebut merupakan bentuk penghormatan atas dedikasi dan jasa almarhum selama mengabdi kepada masyarakat dan daerah.

“Kepergian almarhum merupakan kehilangan besar bagi kita semua, khususnya bagi keluarga dan masyarakat Kabupaten Takalar. Namun, kita harus menerima ketentuan Allah SWT dengan lapang dada dan penuh keikhlasan,” ungkap Anton.


Ia juga mengenang almarhum sebagai sosok yang rendah hati, teguh memegang prinsip, serta memiliki kepedulian tinggi terhadap persatuan dan kebersamaan masyarakat. Menurutnya, H.M. Natsir Ibrahim dikenal sebagai tokoh yang senantiasa berupaya menyatukan berbagai elemen demi kemajuan daerah.

Kenangan serupa disampaikan salah satu kerabat almarhum, Asis Kawang. Ia menyebut H.M. Natsir Ibrahim sebagai pribadi yang dermawan dan dekat dengan masyarakat.

“Beliau itu orangnya royal. Hampir setiap ada keluhan dan kita menghadap, pasti ada sumbangsihnya, biar sedikit,” kenang Asis.

H.M. Natsir Ibrahim lahir di Bantaeng, Sulawesi Selatan, pada 17 April 1967. Almarhum mengembuskan napas terakhir di RSUD Haji Padjonga Daeng Ngalle Takalar pada Jumat (21/8/2026) pukul 12.21 WITA akibat gangguan jantung. Setelah disemayamkan di rumah duka di Dusun Soreang, Desa Jipang, Kecamatan Bontonompo Selatan, Kabupaten Gowa, jenazah kemudian dibawa kembali ke Takalar untuk mendapatkan penghormatan terakhir sebelum dimakamkan di TMP Polongbangkeng.


Semasa hidupnya, H.M. Natsir Ibrahim pernah menjabat sebagai Anggota DPRD Takalar periode 2009–2014 dan menjadi Wakil Bupati Takalar periode 2012–2017 mendampingi Bupati Burhanuddin Baharuddin. Di penghujung masa jabatannya, almarhum juga sempat dipercaya sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Takalar selama enam hari.

Prosesi pemakaman berakhir sekitar pukul 13.30 WITA. Kepergian H.M. Natsir Ibrahim meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, dan masyarakat Takalar yang mengenalnya sebagai tokoh yang memiliki dedikasi panjang dalam pemerintahan dan kehidupan sosial kemasyarakatan.

Bupati Takalar Kunjungi Kementerian Transmigrasi, Bahas Penyelesaian Eks Lahan Untuk Optimalisasi Pembangunan Daerah

Bupati Takalar, Mohammad Firdaus Daeng Manye, melakukan kunjungan kerja ke Kementerian Transmigrasi Republik Indonesia di Jakarta pada Jumat (21/8/2026). Kunjungan strategis ini difokuskan untuk membahas percepatan penyelesaian persoalan eks lahan transmigrasi yang berada di wilayah Kabupaten Takalar agar dapat dikelola secara lebih produktif.

Dalam pertemuan tersebut, Bupati Daeng Manye menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Takalar terus mendorong kepastian hukum dan status lahan agar aset tersebut bisa dimanfaatkan secara optimal. Menurutnya, koordinasi intensif yang dilakukan bersama jajaran kementerian kini mulai menunjukkan perkembangan yang positif serta menemukan titik terang bagi penyelesaian masalah menahun ini.

“Menyelesaikan eks lahan transmigrasi agar bisa dioptimalkan bagi pembangunan daerah. Alhamdulillah, sudah ketemu titik terang,” ujar Daeng Manye usai pertemuan.

Ia berharap sinergi yang kuat antara Pemkab Takalar dan pemerintah pusat dapat terus terjalin sehingga seluruh tahapan penyelesaian dapat dituntaskan dalam waktu dekat. Dengan terselesaikannya status lahan ini, masyarakat setempat diharapkan dapat merasakan manfaat langsung melalui berbagai program pembangunan ekonomi dan infrastruktur daerah.

Langkah proaktif ini menegaskan komitmen Pemkab Takalar dalam membuka ruang koordinasi langsung dengan kementerian terkait guna mempercepat penuntasan berbagai isu strategis daerah. Melalui kejelasan status eks lahan transmigrasi tersebut, pemerintah daerah optimis kawasan itu dapat bertransformasi menjadi aset produktif yang mendongkrak kesejahteraan masyarakat Kabupaten Takalar.


Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done