TOPIK TAKALAR

Kamis, 09 Juli 2026

Seluruh 9 Fraksi DPRD Takalar Setujui Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2025, Bupati Tekankan Kolaborasi dan Terobosan Hadapi Keterbatasan Anggaran

TAKALAR-Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Takalar menggelar Rapat Paripurna dengan agenda penyampaian pemandangan umum fraksi-fraksi terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025, yang dilanjutkan dengan jawaban Bupati Takalar.

Rapat paripurna dipimpin Ketua DPRD Kabupaten Takalar, H. Muhammad Rijal, serta dihadiri Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye, Wakil Ketua I DPRD, Wakil Ketua II DPRD, para anggota DPRD, unsur Forkopimda, jajaran Polres Takalar, Kodim 1426/Takalar, para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dan para camat se-Kabupaten Takalar.

Dalam pemandangan umum yang disampaikan, seluruh 9 fraksi DPRD Kabupaten Takalar, yakni Fraksi Hanura, Fraksi PKS, Fraksi PKB, Fraksi PDI Perjuangan, Fraksi Golkar, Fraksi NasDem, Fraksi Gerindra, Fraksi PPP, dan Fraksi Gelora, pada prinsipnya menyatakan menyetujui Ranperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 untuk dibahas pada tahapan selanjutnya.

Meski menyatakan persetujuan, seluruh fraksi juga memberikan sejumlah catatan strategis kepada Pemerintah Kabupaten Takalar.

Di antaranya terkait peningkatan kualitas pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur jalan dan jembatan, optimalisasi pelayanan publik, peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), sektor pendidikan, kesehatan, hingga penguatan tata kelola pemerintahan yang lebih efektif dan akuntabel.

Menanggapi pemandangan umum tersebut, Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye menyampaikan apresiasi kepada seluruh fraksi DPRD atas dukungan, kritik, dan masukan yang konstruktif.

Ia juga mengucapkan terima kasih atas kolaborasi yang terjalin antara eksekutif dan legislatif selama Tahun Anggaran 2025.


Bupati mengungkapkan bahwa salah satu capaian membanggakan Kabupaten Takalar adalah kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk kelima kalinya. Menurutnya, prestasi tersebut merupakan hasil kerja bersama antara pemerintah daerah dan DPRD.


“Namun WTP bukan tujuan akhir. Masih ada berbagai catatan yang harus terus kita benahi agar tata kelola pemerintahan semakin transparan, akuntabel, dan profesional,” ujar Bupati.


Ia menjelaskan, tantangan terbesar yang dihadapi Pemerintah Kabupaten Takalar saat ini adalah keterbatasan kemampuan fiskal daerah.


PAD Kabupaten Takalar baru berada pada kisaran Rp189 miliar, sementara kebutuhan belanja wajib seperti pembayaran gaji ASN dan kewajiban lainnya mencapai hampir Rp500 miliar. Kondisi tersebut membuat daerah masih sangat bergantung pada transfer dari pemerintah pusat.


Menurut Bupati, berbagai persoalan yang disampaikan fraksi, mulai dari infrastruktur jalan dan jembatan, pendidikan, kesehatan, hingga pelayanan publik, memang telah menjadi perhatian pemerintah daerah.

Namun penyelesaiannya harus dilakukan secara bertahap berdasarkan skala prioritas karena keterbatasan anggaran.


Ia juga mengungkapkan bahwa pada tahun 2026 Pemerintah Kabupaten Takalar menghadapi tantangan yang lebih berat setelah alokasi anggaran daerah mengalami pengurangan lebih dari Rp210 miliar akibat kebijakan efisiensi pemerintah pusat.


Karena itu, pemerintah daerah dituntut lebih kreatif dan inovatif dalam mencari sumber-sumber pendapatan baru.


Menurutnya, berbagai langkah terus dilakukan, mulai dari percepatan digitalisasi pemerintahan, pengembangan destinasi wisata, pemberdayaan UMKM, peningkatan literasi digital ASN, hingga aktif membangun komunikasi dengan kementerian dan lembaga di Jakarta untuk menjemput peluang investasi maupun program pembangunan.


“Takalar tidak bisa hanya menunggu bantuan dari pusat. Kita harus jemput bola, mencari peluang investasi, mengembangkan potensi daerah, dan terus berinovasi agar pembangunan tetap berjalan di tengah keterbatasan anggaran,” tegasnya.


Bupati juga menilai berbagai masukan yang disampaikan fraksi DPRD akan menjadi bahan evaluasi pemerintah daerah dalam menyusun langkah-langkah perbaikan ke depan.

Di akhir penyampaiannya, Bupati mengajak seluruh unsur DPRD untuk terus memperkuat sinergi dalam membangun Kabupaten Takalar.


Menurutnya, keberhasilan daerah tidak hanya diukur dari penghargaan yang diraih, tetapi dari semakin baiknya tata kelola pemerintahan, meningkatnya kepercayaan investor, serta manfaat pembangunan yang benar-benar dirasakan masyarakat.


Rapat paripurna berlangsung dengan tertib dan menjadi bagian dari tahapan pembahasan Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 sebelum memasuki agenda pembahasan lebih lanjut sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Bupati Takalar perkuat Perlindungan lahan Pertanian, Penetapan LP2B Dibahas Bersama Kepala BPN Nusron Wahid

Takalar – Bupati Takalar Daeng Manye menghadiri Rapat Finalisasi Penetapan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) Kabupaten/Kota se-Sulawesi Selatan di Ruang Rapat Pimpinan Lantai 2 Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Makassar, Kamis (9/7/2026).

Daeng Manye hadir didampingi Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Takalar, Parawangsa.

Turut mendampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Takalar, Budiar Rosal Saleh.

Rapat tersebut diikuti seluruh bupati dan wali kota se-Sulawesi Selatan bersama kepala perangkat daerah yang membidangi tata ruang dan pertanian.

Kegiatan digelar sebagai tindak lanjut percepatan penetapan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan sesuai arahan pemerintah pusat.

Hadir langsung dalam kegiatan tersebut Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN)/Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR), Nusron Wahid.

Selain Nusron Wahid, kegiatan juga dihadiri Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaeman, beserta jajaran Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.

Dalam kesempatan itu, peserta mendapatkan pemaparan mengenai kebijakan nasional percepatan penetapan LP2B sebagai upaya menjaga keberlanjutan lahan sawah produktif.

Agenda dilanjutkan dengan penandatanganan Berita Acara Penetapan LP2B oleh seluruh bupati dan wali kota se-Sulawesi Selatan.

Penandatanganan tersebut disaksikan langsung oleh Gubernur Sulawesi Selatan bersama Kepala BPN/Menteri ATR Nusron Wahid.

Kegiatan kemudian dirangkaikan dengan penyerahan simbolis dokumen peta LP2B kepada perwakilan pemerintah kabupaten dan kota.

Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye mengatakan penetapan LP2B menjadi langkah strategis untuk menjaga keberlangsungan sektor pertanian di daerah.

“Lahan pertanian produktif merupakan aset penting yang harus kita lindungi. Pemerintah Kabupaten Takalar berkomitmen mendukung kebijakan nasional melalui penetapan LP2B agar ketahanan pangan tetap terjaga, sekaligus memberikan kepastian bagi petani dan keberlanjutan pembangunan daerah,” ujar Daeng Manye.

Menurutnya, perlindungan lahan sawah harus diimbangi dengan penataan ruang yang terencana sehingga kebutuhan pembangunan tetap berjalan tanpa mengurangi fungsi lahan pertanian produktif.

Ia menegaskan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten menjadi kunci keberhasilan implementasi LP2B di lapangan.

Penetapan LP2B juga diharapkan mampu memberikan kepastian hukum terhadap kawasan pertanian pangan yang harus dipertahankan di Kabupaten Takalar.

Dengan adanya penetapan tersebut, alih fungsi lahan produktif dapat dikendalikan tanpa menghambat pembangunan yang telah direncanakan pemerintah daerah.

Pemerintah Kabupaten Takalar menyatakan siap mendukung seluruh kebijakan pemerintah pusat dalam mewujudkan ketahanan dan kedaulatan pangan nasional melalui perlindungan lahan pertanian berkelanjutan.

Daeng Manye berharap kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten dapat terus diperkuat agar kebijakan LP2B memberikan manfaat nyata bagi petani sekaligus menjaga keberlanjutan produksi pangan di Kabupaten Takalar.

Senin, 06 Juli 2026

Bupati Takalar Pimpin Apel Gabungan, Tekankan Disiplin ASN dan Serahkan Penghargaan Purna Bakti

Takalar - Bupati Takalar, Daeng Manye, memimpin Apel Gabungan Lingkup Pemerintah Kabupaten Takalar yang berlangsung di Lapangan Upacara Kantor Bupati Takalar, Senin (6/7/2026). Apel tersebut diikuti oleh para pejabat pimpinan tinggi pratama, administrator, pengawas, serta Aparatur Sipil Negara (ASN) dari seluruh perangkat daerah

Mengawali pelaksanaan apel, Bupati Takalar mengajak seluruh peserta untuk membangkitkan semangat kerja melalui pengucapan tagline Kabupaten Takalar, “Takalar Cepat, Cepat Berpikir, Cepat Bertindak, dan Cepat Hasilnya.” Tagline tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh ASN dalam memberikan pelayanan yang cepat, tepat, dan berorientasi pada hasil.

Dalam arahannya, Bupati Takalar menekankan pentingnya disiplin sebagai fondasi utama dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang profesional dan berkinerja tinggi. Menurutnya, disiplin bukan hanya berkaitan dengan kehadiran, tetapi juga menyangkut tanggung jawab, integritas, komitmen, serta kesungguhan dalam menjalankan tugas sebagai pelayan masyarakat.

Saya mengajak seluruh ASN untuk terus meningkatkan disiplin dan kinerja. Bekerjalah dengan penuh tanggung jawab, berikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, serta jadikan budaya kerja cepat, responsif, dan berorientasi pada hasil sebagai karakter kita bersama,” tegas Bupati

Lebih lanjut, ia mengingatkan agar seluruh perangkat daerah terus memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam menjalankan program pembangunan sehingga target-target pembangunan daerah dapat tercapai secara optimal.

Pada kesempatan tersebut, Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh ASN yang selama ini telah menunjukkan dedikasi dan pengabdian dalam menjalankan tugas pemerintahan. Menurutnya, keberhasilan pembangunan daerah tidak terlepas dari kerja keras seluruh aparatur yang senantiasa memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat Kabupaten Takalar.

Di akhir apel, Bupati Takalar didampingi Wakil Bupati Takalar dan Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Takalar menyerahkan Piagam Penghargaan kepada 18 Aparatur Sipil Negara yang memasuki masa purna bakti.


Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi dan penghormatan Pemerintah Kabupaten Takalar atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian para ASN yang telah menuntaskan masa tugasnya dengan baik. Diharapkan semangat pengabdian yang telah ditunjukkan selama bertugas dapat menjadi teladan dan inspirasi bagi ASN lainnya dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat serta mendukung terwujudnya Kabupaten Takalar yang lebih maju.

Jumat, 03 Juli 2026

Defile Takalar Curi Perhatian di Porsenijar PGRI Sulsel 2026 di Kabupaten Sidrap

TAKALAR-Kontingen Kabupaten Takalar mencuri perhatian pada pembukaan Pekan Olahraga, Seni, dan Pembelajaran (Porsenijar) PGRI Sulawesi Selatan VII Tahun 2026 yang berlangsung di Stadion Ganggawa, Kelurahan Lakessi, Kecamatan Maritengngae, Kabupaten Sidrap, Kamis (2/7/2026).

Ribuan pasang mata tertuju kepada kontingen Takalar yang mendapat kehormatan tampil sebagai peserta pertama dalam defile pembukaan.

Dengan mengenakan jaket training berwarna hijau, dipadukan celana training hitam dan topi hitam, kontingen Takalar tampil kompak, penuh semangat, dan berhasil mencuri perhatian puluhan ribu peserta yang memadati Stadion Ganggawa.

Pembukaan Porsenijar PGRI Sulsel 2026 diikuti sebanyak 72.640 guru dari 24 kabupaten dan kota se-Sulawesi Selatan. Ajang dua tahunan tersebut menjadi wadah mempererat silaturahmi sekaligus meningkatkan sportivitas, kreativitas, dan kolaborasi insan pendidikan melalui berbagai cabang olahraga, seni, dan pembelajaran.

Kabupaten Takalar mengirimkan 104 atlet untuk berlaga pada berbagai cabang olahraga dan seni. Selain itu, sekitar 1.600 guru dan pendamping turut hadir sebagai peserta defile sekaligus penggembira yang memberikan dukungan penuh kepada kontingen selama pelaksanaan Porsenijar di Kabupaten Sidrap.

Bupati Takalar, Mohammad Firdaus Daeng Manye, hadir langsung menyaksikan pembukaan Porsenijar PGRI Sulsel 2026 bersama para kepala daerah lainnya menempati podium tamu undangan sebagai bentuk dukungan kepada para guru dan atlet yang membawa nama Kabupaten Takalar.

Sementara itu, Wakil Bupati Takalar, Dr. Hengky Yasin bersama Sekretaris Daerah Kabupaten Takalar, Dr. Muhammad Hasbi, dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Takalar, Dody Ryan Saputra, bergabung bersama ribuan guru Takalar mengikuti rangkaian upacara pembukaan di lapangan utama Stadion Ganggawa.

Pengurus PGRI Kabupaten Takalar sekaligus Manajer Tim Bola Voli Takalar, Abdul Jalil, mengatakan kontingen Kabupaten Takalar diperkuat 104 atlet yang akan bertanding pada sejumlah cabang olahraga dan seni.

Kehadiran sekitar 1.600 guru sebagai peserta defile dan penggembira menjadi bukti tingginya semangat kebersamaan dan solidaritas keluarga besar PGRI Takalar.

“Kontingen Kabupaten Takalar pada Porsenijar PGRI Sulsel VII diperkuat sebanyak 104 atlet. Selain itu, sekitar 1.600 guru dan pendamping turut hadir sebagai peserta defile dan penggembira untuk memberikan dukungan penuh kepada kontingen Takalar selama pelaksanaan Porsenijar di Kabupaten Sidrap,” ujar Abdul Jalil.

Pembukaan Porsenijar dipimpin langsung Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaeman, selaku pembina upacara. Dalam amanatnya, ia mengapresiasi pelaksanaan Porsenijar yang tetap mengedepankan tanggung jawab guru terhadap proses belajar mengajar.

Menurutnya, peningkatan kualitas pendidikan harus berjalan seiring dengan kedisiplinan dalam memenuhi standar pembelajaran di sekolah.

“Mudah-mudahan aspirasi-aspirasi guru, insyaallah akan diteruskan. Guru terbaik adalah yang selalu bisa memberikan yang terbaik kepada peserta didiknya,” ujar Andi Sudirman.

Usai menyampaikan amanat, Gubernur Sulawesi Selatan mengundang lima orang guru dari berbagai kabupaten dan kota ke atas panggung. Mereka diberikan sejumlah pertanyaan seputar organisasi PGRI, destinasi wisata unggulan Sulawesi Selatan, hingga nama kepala daerah yang hadir.

Suasana stadion pun semakin semarak dengan sorak sorai ribuan peserta yang memberikan dukungan kepada para guru.

Bupati Takalar, Mohammad Firdaus Daeng Manye, mengatakan keikutsertaan kontingen Takalar dalam Porsenijar bukan sekadar mengikuti perlombaan, tetapi juga menjadi momentum mempererat persaudaraan antarguru serta meningkatkan semangat membangun dunia pendidikan.

“Guru adalah fondasi utama pembangunan sumber daya manusia. Melalui Porsenijar ini saya berharap seluruh guru Takalar semakin solid, sehat, kreatif, dan terus menghadirkan inovasi pembelajaran demi mencetak generasi yang unggul. Kami juga memberikan dukungan penuh kepada seluruh kontingen agar mampu mengharumkan nama Kabupaten Takalar,” kata Daeng Manye.

Salah seorang guru SMP Negeri 1 Mangarabombang, Makmur, mengaku bersyukur dapat menjadi bagian dari kemeriahan pembukaan Porsenijar tahun ini.

“Kami datang menggunakan bus satu rombongan dari guru-guru SMP Negeri 1 Mangarabombang. Alhamdulillah bisa ikut memeriahkan pembukaan Porsenijar tahun ini,” ujarnya.

Sementara itu, Abdul Jalil menyebut seluruh atlet, khususnya tim bola voli putri Takalar, masih difokuskan menjaga kondisi fisik menjelang pertandingan perdana.

“Untuk tim putri sendiri akan bertanding besok pagi. Saat ini kami fokus menjaga kondisi pemain agar tampil maksimal dan bisa memberikan hasil terbaik untuk Takalar,” tuturnya.

Dengan semangat kebersamaan yang ditunjukkan sejak defile pembukaan, Kontingen Kabupaten Takalar optimistis mampu meraih prestasi terbaik pada Porsenijar PGRI Sulawesi Selatan 2026 sekaligus mengharumkan nama daerah di tingkat provinsi.

Kamis, 02 Juli 2026

Kado HUT Bhayangkara! Bupati Takalar Hibahkan Empat Lahan untuk Tiga Polsek Baru dan Pangkalan Satpolair

TAKALAR – Pemerintah Kabupaten Takalar memberikan kado istimewa kepada jajaran Polres Takalar pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80.

Kado tersebut berupa hibah empat bidang tanah yang akan dimanfaatkan untuk memperkuat sarana dan prasarana kepolisian demi meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
Penyerahan dokumen hibah dilakukan langsung oleh Bupati Takalar, Mohammad Firdaus Daeng Manye, kepada Kapolres Takalar AKBP Supriadi Rahman usai upacara HUT Bhayangkara ke-80 di halaman Mapolres Takalar, Jalan Ashar Daeng Mangung, Kelurahan Kalabbirang, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Takalar, Rabu (1/7/2026).

Sebelum penyerahan secara simbolis, Bupati Daeng Manye terlebih dahulu menandatangani dokumen hibah yang kemudian diserahkan kepada Kapolres Takalar dan disaksikan oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta para tamu undangan.

Tiga bidang tanah yang dihibahkan tersebut akan digunakan untuk pembangunan Polsek Laikang, Polsek Polombangkeng Timur, Polsek Galesong Selatan, serta pangkalan Satuan Polisi Air (Satpolair) Polres Takalar.

Kepala Bidang Aset Kabupaten Takalar, Darul Aksa, menjelaskan bahwa lahan yang dihibahkan telah disiapkan oleh Pemerintah Kabupaten Takalar sesuai kebutuhan pengembangan institusi Polri.

“Lahan untuk Kantor Polsek Polombangkeng Timur berada di Desa Kale Ko’mara seluas sekitar 4.000 meter persegi. Polsek Laikang berada di Desa Laikang dengan luas sekitar 5.000 meter persegi.

Polsek Galesong Selatan berada di Desa Bontokassi seluas sekitar 2.960 meter persegi, sedangkan lahan untuk pangkalan Satpolair berada di Kelurahan Takalar, Kecamatan Mappakasunggu.” jelasnya.

Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye mengatakan hibah aset daerah tersebut merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Takalar dalam mendukung penguatan pelayanan kepolisian di tengah semakin berkembangnya kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, keberadaan kantor kepolisian yang lebih dekat dengan masyarakat akan mempercepat pelayanan, meningkatkan pengawasan keamanan, serta memperkuat pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

“Polri terus berkembang mengikuti kebutuhan di lapangan. Pemerintah daerah memiliki aset yang bisa dimanfaatkan, sehingga kami menyerahkannya kepada institusi Polri untuk kepentingan masyarakat,” ujar Daeng Manye.

Ia juga menegaskan bahwa hibah lahan untuk pangkalan Satpolair merupakan bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap pengamanan wilayah pesisir Takalar yang memiliki garis pantai cukup panjang dan aktivitas kelautan yang terus berkembang.

“Soal pembangunan fisik nantinya, apakah berupa kantor, asrama, atau fasilitas lainnya, itu menjadi kewenangan Polri sebagai penerima hibah. Pemerintah daerah menyiapkan aset tanahnya agar pelayanan kepada masyarakat semakin maksimal,” tambahnya.

Mengusung tema “Polri untuk Masyarakat”, Daeng Manye berharap sinergi antara Pemerintah Kabupaten Takalar, Polres Takalar, Kodim 1426 Takalar, Kejaksaan Negeri Takalar, serta seluruh unsur Forkopimda terus diperkuat.

Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi modal penting dalam menjaga stabilitas keamanan sehingga masyarakat dapat beraktivitas dengan aman dan pembangunan daerah berjalan lebih optimal.

Sementara itu, Kapolres Takalar AKBP Supriadi Rahman menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Kabupaten Takalar melalui hibah empat bidang tanah tersebut.

Ia menyebut hibah itu menjadi langkah strategis untuk menghadirkan pelayanan kepolisian yang lebih dekat kepada masyarakat, khususnya di tiga kecamatan yang dinilai sudah layak memiliki kantor Polsek sendiri.

Menurut Supriadi, setelah proses hibah selesai, Polres Takalar akan mengurus sertifikat hak milik atas nama Polri sebelum diajukan ke Polda Sulawesi Selatan dan diteruskan ke Asisten Perencanaan dan Anggaran (Asrena) Polri sebagai dasar pengusulan pembangunan.

“Karena ketiga wilayah tersebut sudah berstatus kecamatan, idealnya masing-masing memiliki Polsek sendiri. Namun prosesnya dilakukan secara bertahap dengan terlebih dahulu membentuk Polsubsektor,” jelasnya.

Apabila seluruh proses administrasi dan sertifikasi lahan dapat diselesaikan pada tahun 2026, pembangunan Polsubsektor ditargetkan mulai diusulkan ke Mabes Polri agar dapat direalisasikan pada tahun 2027.

Di momentum HUT Bhayangkara ke-80, Kapolres Takalar juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang selama ini mendukung tugas-tugas kepolisian dalam menjaga keamanan daerah.

“Keamanan dan ketertiban tidak mungkin terwujud tanpa dukungan masyarakat. Kami berharap situasi kamtibmas yang selama ini sudah terjaga dapat terus dipertahankan demi memberikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh warga Takalar,” tutupnya.

Selasa, 30 Juni 2026

1 Juli, Hari yang Penuh Makna

Tanggal 1 Juli 2026 menjadi hari yang sangat istimewa bagi saya. Di hari ini, saya merayakan ulang tahun ke-66, setelah lahir pada 1 Juli 1960.

Saya bersyukur kepada Allah SWT atas limpahan rahmat, kesehatan, dan kesempatan untuk terus menjalani kehidupan hingga usia ini. Setiap perjalanan hidup menjadi pelajaran berharga yang membentuk saya menjadi pribadi yang lebih matang dan penuh rasa syukur.

Terima kasih kepada keluarga, sahabat, dan semua pihak yang selama ini telah memberikan doa, dukungan, dan kebersamaan. Semoga di usia ke-66 ini saya senantiasa diberi kesehatan, umur yang berkah, kekuatan untuk terus berkarya, serta dapat memberikan manfaat bagi sesama.

Selamat ulang tahun untuk diri sendiri. Semoga hari-hari ke depan dipenuhi kebahagiaan, keberkahan, dan kesuksesan. Aamiin.

Bupati Takalar Serahkan Ranperda APBD 2025, Takalar Cetak Opini WTP Lima Kali Berturut-turut

Takalar – Bupati Takalar, Daeng Manye, menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Takalar dalam rangka penyerahan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kabupaten Takalar Tahun Anggaran 2025. Rapat yang berlangsung di Ruang Sidang Paripurna DPRD Kabupaten Takalar.Selasa 30 juni 2026

Rapat Paripurna dipimpin langsung oleh Ketua DPRD, H. Muhammad Rijal dari Fraksi PKB, didampingi Wakil Ketua II DPRD, Irwan.

Turut hadir dalam rapat tersebut Sekretaris Daerah Kabupaten Takalar H. Muhammad Hasbi, Wakapolres Takalar, perwakilan Kejaksaan Negeri Takalar, perwakilan Kodim 1426/Takalar, para anggota DPRD, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), para camat, serta tamu undangan lainnya.

Mengawali sambutannya, Bupati Daeng Manye mengajak seluruh peserta rapat memanjatkan puji syukur ke hadirat Allah SWT atas limpahan rahmat dan karunia-Nya sehingga seluruh pihak dapat mengikuti Sidang Paripurna DPRD dalam keadaan sehat.

Bupati menjelaskan bahwa penyampaian Ranperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 merupakan amanat Peraturan Daerah Kabupaten Takalar Nomor 9 Tahun 2022 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah.

Dalam aturan tersebut ditegaskan bahwa kepala daerah wajib menyampaikan rancangan peraturan daerah tentang pertanggungjawaban pelaksanaan APBD kepada DPRD berupa laporan keuangan yang telah diperiksa oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) paling lambat enam bulan setelah tahun anggaran berakhir.

“Untuk memenuhi kewajiban konstitusional tersebut, hari ini Pemerintah Kabupaten Takalar kembali menyampaikan Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 kepada DPRD Kabupaten Takalar untuk dibahas sesuai mekanisme yang berlaku,” ujar Daeng Manye.

Pada kesempatan itu, Bupati menyampaikan kabar menggembirakan bahwa Pemerintah Kabupaten Takalar kembali berhasil meraih Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Tahun Anggaran 2025. Prestasi tersebut menjadi opini WTP yang kelima kali diraih Kabupaten Takalar.

“Alhamdulillah, ini adalah hasil kerja keras seluruh elemen Pemerintah Kabupaten Takalar. WTP bukanlah hadiah, tetapi hasil dari proses panjang yang membutuhkan komitmen, disiplin, kerja sama, dan kepatuhan terhadap aturan dalam pengelolaan keuangan daerah,” ungkapnya.

Bupati juga menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh kepala OPD, pengelola keuangan daerah, DPRD, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi mempertahankan kualitas tata kelola keuangan daerah.

Ia mengingatkan bahwa mempertahankan opini WTP jauh lebih berat dibandingkan meraihnya. Karena itu, seluruh perangkat daerah diminta terus menjaga integritas, meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan, serta memastikan setiap rupiah anggaran digunakan secara efektif, efisien, transparan, dan akuntabel.

Dalam pemaparannya, Daeng Manye juga menyampaikan gambaran umum pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025.

Target pendapatan daerah Kabupaten Takalar pada tahun 2025 ditetapkan lebih dari Rp1,2 triliun yang terdiri atas Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekitar Rp185 miliar dan pendapatan transfer lebih dari Rp1,035 triliun. Dari target tersebut, realisasi pendapatan daerah mencapai sekitar Rp1,1 triliun atau sebesar 97,7 persen.

Realisasi PAD mencapai Rp176,7 miliar atau sekitar 95 persen dari target. Sejumlah sektor bahkan melampaui target, di antaranya pajak daerah yang mencapai 110,6 persen dan retribusi daerah sebesar 106 persen. Capaian tersebut didukung meningkatnya penerimaan dari Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT), Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), Opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), serta Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB).

Sementara itu, pendapatan transfer terealisasi sebesar Rp1,017 triliun atau sekitar 98,2 persen dari target yang berasal dari Dana Bagi Hasil (DBH), Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK), Dana Desa, Insentif Fiskal, dan transfer dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.

Di sisi belanja, Pemerintah Kabupaten Takalar merealisasikan anggaran sebesar Rp1,089 triliun atau 91,40 persen dari total anggaran Rp1,191 triliun. Belanja tersebut meliputi belanja operasi, belanja modal, belanja tidak terduga, serta belanja transfer termasuk penyaluran Dana Desa dan Alokasi Dana Desa kepada 86 desa di Kabupaten Takalar.

Berdasarkan realisasi pendapatan dan belanja tersebut, Pemerintah Kabupaten Takalar membukukan surplus anggaran sebesar Rp105,50 miliar. Setelah dikurangi pembiayaan daerah, Kabupaten Takalar mencatatkan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) Tahun 2025 sebesar Rp75,09 miliar yang berasal dari pelampauan target pendapatan dan efisiensi belanja.

Di akhir sambutannya, Bupati Daeng Manye mengajak DPRD Kabupaten Takalar untuk terus memperkuat kemitraan dengan pemerintah daerah dalam membahas Ranperda tersebut hingga ditetapkan menjadi Peraturan Daerah sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada masyarakat.

“Kami berharap pembahasan Ranperda ini berjalan lancar dan menghasilkan keputusan terbaik bagi masyarakat Kabupaten Takalar. Mari kita terus memperkuat sinergi dan menjaga tata kelola pemerintahan yang baik demi mewujudkan Takalar yang lebih maju, sejahtera, dan berdaya saing,” tutup Bupati.
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done