TOPIK TAKALAR

Kamis, 03 September 2026

Bupati dan Wabup Takalar Tetap Pimpin Rapat Evaluasi Kinerja OPD hingga Larut Malam, Walaupun Kondisi Listrik Lagi Padam

Pemerintah Kabupaten Takalar menunjukkan komitmen tinggi terhadap transparansi dan percepatan pembangunan melalui rapat mingguan (weekly meeting) marathon yang dipimpin langsung Bupati Mohammad Firdaus Daeng Manye bersama Wakil Bupati H. Hengky Yasin.

Pertemuan strategis yang dihadiri oleh seluruh jajaran Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), sekretaris, hingga kepala bidang ini digelar pada malam hari untuk memastikan efektivitas evaluasi kinerja tanpa mengganggu jam pelayanan publik harian.

Dinamika mewarnai jalannya rapat ketika pemadaman listrik mendadak terjadi di tengah agenda penting tersebut, yang semula dijadwalkan berlangsung di Ruang Pola Kantor Bupati Takalar.

Tanpa mengurangi esensi dan semangat koordinasi, pimpinan daerah bersama jajaran dengan sigap memindahkan lokasi pertemuan ke Ruang Auditorium Kantor Bupati Takalar agar arus pelaporan dan evaluasi program tetap berjalan lancar.

suasana di ruang rapat tetap terpantau aktif, dinamis, dan produktif dengan pengawalan ketat terhadap substansi program kerja daerah.


Bupati Takalar Letakkan Batu Pertama Kantor Kecamatan Kepulauan Tanakeke

Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye secara resmi memimpin prosesi peletakan batu pertama pembangunan Kantor Kecamatan Kepulauan Tanakeke, Kabupaten Takalar, pada Rabu (2/9/2026).

 Momentum bersejarah ini menandai babak baru upaya pemerintah daerah dalam mendekatkan pusat pelayanan administrasi birokrasi kepada masyarakat, khususnya bagi warga yang bermukim di wilayah kepulauan terluar Kabupaten Takalar.

Kegiatan penting ini dihadiri dan didampingi oleh sejumlah pejabat esensial lingkup Pemkab Takalar, di antaranya Kadis PMD Andi Rijal Mustamin, Kadis PUTRPKP Budiar Rosal Saleh, serta Kadis TPHKPKP Drs. H. Parawangsa, M.Si. Turut hadir pula Camat Kepulauan Tanakeke H. Bostan Tika, jajaran kepala desa se-kecamatan, serta unsur pengamanan dari Babinsa dan Bhabinkamtibmas yang memastikan rangkaian acara berlangsung aman dan kondusif.

Dalam sambutannya warga yang antusias, Bupati Mohammad Firdaus Daeng Manye menekankan bahwa pembangunan kantor kecamatan representatif ini merupakan wujud nyata pemerataan pembangunan infrastruktur publik. Kehadiran fasilitas baru tersebut diharapkan mampu memangkas rentang kendali pelayanan birokrasi sehingga warga pulau tidak lagi harus menempuh perjalanan laut yang menantang hanya untuk mengurus administrasi kependudukan atau perizinan dasar.

Di satu sisi, proyek pembangunan ini disambut penuh rasa syukur oleh masyarakat setempat yang selama bertahun-tahun mendambakan fasilitas kantor pemerintahan yang layak dan memadai. Namun, di sisi lain, pemerintah daerah dan pihak kecamatan juga menyadari adanya tantangan logistik pengiriman material bangunan ke pulau, yang menuntut komitmen tinggi dari para kontraktor dan pengawas teknis agar pembangunan dapat rampung tepat waktu tanpa mengurangi kualitas bangunan.

Pemerintah Kabupaten Takalar berharap sinergi yang kuat antara jajaran dinas terkait, pemerintah kecamatan, para kepala desa, dan unsur keamanan dapat terus dijaga hingga proses pembangunan tuntas. Kehadiran kantor camat yang baru ini kelak tidak hanya berfungsi sebagai pusat administrasi, tetapi juga menjadi simpul kebangkitan ekonomi dan sosial baru bagi seluruh warga Kepulauan Tanakeke.

Rabu, 02 September 2026

Eksistensi Pelayanan Paripurna, Merajut Sukses Program Kesehatan NasionalOleh :dr. H. Ruslan Ramli, M.Adm.Kes.Direktur BLUD RSUD H. Padjonga Dg. Ngalle

TAKALAR-BLUD RSUD H. Padjonga Dg. Ngalle Kabupaten Takalar terus berkomitmen memberikan pelayanan kesehatan yang aman, bermutu, humanis, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Sebagai rumah sakit tipe C milik Pemerintah Kabupaten Takalar, rumah sakit ini tidak hanya melayani masyarakat Takalar, tetapi juga menjadi salah satu fasilitas rujukan bagi masyarakat dari wilayah sekitar.

Peningkatan kualitas pelayanan terus dilakukan melalui penguatan sumber daya manusia, pemenuhan sarana dan prasarana, peningkatan mutu dan keselamatan pasien, serta pengembangan layanan sesuai kebutuhan masyarakat. Seluruh tenaga medis, keperawatan, tenaga kesehatan lainnya, unsur administrasi, dan manajemen bekerja sesuai tugas dan tanggung jawab masing-masing dengan semangat memberikan pelayanan terbaik.

Dalam memberikan pelayanan, rumah sakit senantiasa menjunjung tinggi hak pasien. Setiap pasien berhak mendapatkan informasi yang jelas mengenai kondisi kesehatan, diagnosis, rencana tindakan, risiko, manfaat, dan prognosis penyakitnya. Pasien juga berhak memperoleh pelayanan yang manusiawi, adil, tanpa diskriminasi, menjaga privasi dan kerahasiaan rekam medis, memberikan persetujuan atau penolakan terhadap tindakan medis, memperoleh second opinion, serta menyampaikan saran maupun pengaduan terhadap pelayanan yang diterima.

Di sisi lain, pasien dan keluarga juga memiliki kewajiban untuk memberikan informasi kesehatan secara jujur dan lengkap, mengikuti rencana terapi dan petunjuk tenaga kesehatan, mematuhi tata tertib rumah sakit, menghormati hak pasien lain dan petugas, serta memenuhi kewajiban administratif maupun finansial sesuai ketentuan yang berlaku.

Sebagai rumah sakit tipe C, RSUD H. Padjonga Dg. Ngalle menyediakan pelayanan medik spesialis dasar berupa Penyakit Dalam, Bedah, Kesehatan Anak, serta Obstetri dan Ginekologi. Pelayanan tersebut didukung oleh layanan gawat darurat, rawat jalan, rawat inap, kamar operasi, laboratorium, radiologi, farmasi, serta berbagai layanan penunjang lainnya. Pengembangan layanan, sarana, teknologi, sistem informasi rumah sakit, dan rekam medis elektronik juga terus dilakukan untuk mendukung pelayanan yang lebih efektif dan terintegrasi.

Pelayanan kesehatan di RSUD H. Padjonga Dg. Ngalle mengacu pada prinsip pelayanan paripurna yang mencakup empat upaya kesehatan, yaitu promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif. Upaya promotif dilakukan melalui edukasi dan promosi kesehatan.

Upaya preventif melalui pencegahan, skrining, dan deteksi dini penyakit. Upaya kuratif diwujudkan melalui pemeriksaan, diagnosis, pengobatan, tindakan medis, pelayanan rawat jalan, rawat inap, serta kegawatdaruratan. Sementara upaya rehabilitatif dilakukan untuk membantu pasien memulihkan fungsi dan kualitas hidup setelah mengalami penyakit.

Salah satu kebijakan yang juga perlu dipahami masyarakat adalah pembatasan kunjungan anak-anak ke area tertentu di ruang perawatan. Kebijakan ini dilakukan untuk melindungi anak dari paparan penyakit dan infeksi, menjaga ketenangan pasien yang sedang menjalani perawatan, serta mencegah ketidaknyamanan atau trauma akibat kondisi medis dan berbagai alat kesehatan di lingkungan rumah sakit.
Sebagai Badan Layanan Umum Daerah, RSUD H. Padjonga Dg. Ngalle terus berbenah agar mampu memberikan pelayanan yang cepat, mudah, aman, nyaman, transparan, dan berkualitas. Transformasi digital, peningkatan kompetensi SDM, penguatan mutu dan keselamatan pasien, serta pengembangan layanan berdasarkan kebutuhan masyarakat menjadi bagian penting dari arah pengembangan rumah sakit.

Upaya tersebut tentu memerlukan dukungan dan kolaborasi Pemerintah Kabupaten Takalar, Dinas Kesehatan, Puskesmas, BPJS Kesehatan, fasilitas pelayanan kesehatan lainnya, organisasi profesi, serta seluruh lapisan masyarakat.


Pada akhirnya, kesehatan merupakan modal utama dalam meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, RSUD H. Padjonga Dg. Ngalle akan terus berupaya hadir bukan hanya sebagai tempat masyarakat mendapatkan pengobatan, tetapi sebagai bagian dari sistem kesehatan yang menjaga, melindungi, menyembuhkan, dan memulihkan kesehatan masyarakat.

“Pelayanan paripurna bukan hanya tentang mengobati ketika masyarakat sakit, tetapi bagaimana rumah sakit hadir untuk menjaga, melindungi, menyembuhkan, dan memulihkan kesehatan masyarakat.”

Jumat, 28 Agustus 2026

Ketua TP-PKK Takalar Bersama PMI Salurkan Air Bersih ke Tiga Desa Terdampak Kekeringan

TAKALAR- Kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak kekeringan kembali ditunjukkan Tim Penggerak PKK (TP PKK) Kabupaten Takalar bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Takalar.

Pada Kamis, 27 Agustus 2026, Ketua TP PKK Kabupaten Takalar, Ny. Hj. Dewi Sri Ekowati Firdaus, bersama PMI Kabupaten Takalar menyalurkan bantuan air bersih kepada warga di tiga desa yang terdampak kekeringan akibat cuaca ekstrem dan fenomena El Nino.

Tiga wilayah yang menjadi sasaran penyaluran bantuan tersebut yakni Desa Laikang, Desa Pattopakang, dan Desa Bontoparang, Kecamatan Laikang. Kegiatan tersebut turut disaksikan Camat Laikang, Marwan Taba.

Penyaluran air bersih ini merupakan bentuk kepedulian sekaligus respons TP PKK dan PMI Kabupaten Takalar terhadap kondisi masyarakat yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Dalam kegiatan tersebut, Ny. Hj. Dewi Sri Ekowati Firdaus turut berinteraksi dengan warga dan memberikan edukasi agar masyarakat dapat menggunakan air secara bijak, mengingat kondisi kekeringan masih menjadi tantangan bagi sejumlah wilayah.

“Bantuan air bersih ini merupakan bentuk kepedulian kami kepada masyarakat yang terdampak kekeringan. Semoga bantuan ini dapat meringankan kebutuhan warga dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Ny. Hj. Dewi Sri Ekowati Firdaus.

Bantuan air bersih kemudian disalurkan ke sejumlah titik di tiga desa tersebut. Kehadiran bantuan itu mendapat sambutan positif dari masyarakat yang menyampaikan apresiasi atas perhatian dan kepedulian TP PKK Kabupaten Takalar bersama PMI.

Mewakili Ketua PMI Kabupaten Takalar, H. Muh. Irwan menyampaikan bahwa kolaborasi antara TP PKK dan PMI merupakan bagian penting dalam memperkuat kegiatan sosial dan kemanusiaan di tengah masyarakat.

Ia berharap sinergi tersebut dapat terus ditingkatkan, khususnya dalam merespons berbagai kondisi yang membutuhkan bantuan kemanusiaan.

“Kolaborasi antara TP PKK dan PMI Kabupaten Takalar diharapkan terus ditingkatkan, utamanya dalam kegiatan-kegiatan sosial dan kemanusiaan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat,” ungkapnya.

Penyaluran bantuan air bersih ini menjadi wujud nyata sinergi antara TP PKK dan PMI Kabupaten Takalar dalam membantu masyarakat menghadapi dampak kekeringan.

Di tengah keterbatasan sumber air akibat kondisi cuaca ekstrem, kehadiran bantuan tersebut diharapkan mampu membantu memenuhi kebutuhan dasar warga sekaligus memperkuat semangat gotong royong dalam menghadapi situasi kekeringan.

TP PKK Kabupaten Takalar bersama PMI pun diharapkan terus memperkuat kolaborasi dalam berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan, terutama dalam memberikan respons cepat kepada masyarakat yang membutuhkan.

Rabu, 26 Agustus 2026

Pemkab Takalar Serahkan Rancangan KUA-PPAS 2027 ke DPRD, Fokus pada Efisiensi Fiskal dan Lima Agenda Pembangunan

Pemerintah Kabupaten Takalar secara resmi menyerahkan rancangan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Tahun Anggaran 2027 kepada DPRD Takalar. Penyerahan dokumen ini dilakukan langsung oleh Bupati Takalar, Mohammad Firdaus Daeng Manye, dalam Rapat Paripurna DPRD yang dipimpin oleh Wakil Ketua II DPRD Takalar, Irwan Iskandar.
Dalam penyampaiannya, Bupati Firdaus menjelaskan bahwa rancangan KUA-PPAS 2027 disusun dengan mengacu pada prioritas pembangunan nasional, provinsi, serta Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Takalar 2027. Dokumen ini dirancang sebagai arah strategis dalam mengelola keuangan daerah secara berhati-hati guna menjawab berbagai kebutuhan masyarakat di tengah keterbatasan fiskal.

Pemerintah Kabupaten Takalar menetapkan lima agenda prioritas pembangunan untuk tahun 2027. Agenda tersebut meliputi peningkatan tata kelola pemerintahan yang berintegritas, penguatan pertumbuhan ekonomi berbasis agromaritim dan digital, pembangunan sumber daya manusia yang inklusif, penyediaan infrastruktur berkelanjutan, serta penguatan harmoni lingkungan dan mitigasi perubahan iklim.

Dari sisi keuangan daerah, proyeksi pendapatan daerah Takalar pada 2027 ditetapkan sebesar Rp998,457 miliar. Angka ini mengalami penurunan sekitar Rp17,614 miliar atau 1,73 persen dibanding proyeksi APBD 2026, yang dipengaruhi oleh penyesuaian sejumlah objek Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta dana transfer pemerintah.

Sejalan dengan penurunan pendapatan, target belanja daerah 2027 juga disesuaikan menjadi sekitar Rp969,567 miliar atau turun 4,12 persen dari tahun sebelumnya. Kebijakan rasionalisasi belanja ini diambil sebagai langkah antisipatif untuk menjaga kesehatan fiskal daerah agar tetap efektif, efisien, dan tepat sasaran.

Sementara itu, pada sektor pembiayaan, penerimaan yang bersumber dari Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (Silpa) diproyeksikan sebesar Rp10 miliar, sedangkan pengeluaran pembiayaan dialokasikan sebesar Rp38,890 miliar untuk pelunasan cicilan pokok utang. Kebijakan ini mencerminkan komitmen pemerintah daerah dalam mengelola kewajiban finansial secara transparan.

Selanjutnya, rancangan KUA-PPAS 2027 ini akan melalui tahap pembahasan bersama antara pihak eksekutif dan legislatif. Bupati Takalar berharap sinergi yang baik dengan DPRD dapat menghasilkan APBD 2027 yang sehat secara fiskal serta mampu memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi kesejahteraan masyarakat Takalar.


Senin, 24 Agustus 2026

Bupati Takalar Perintahkan BKAD Segera Cairkan Dana Operasional Non Siltap Tahap Kedua, Tekankan Kades Tetap Solid Layani Masyarakat

Pemerintah Kabupaten Takalar terus menunjukkan perhatian terhadap kelancaran roda pemerintahan di tingkat desa. Salah satunya dengan memastikan pencairan dana operasional pemerintahan desa, Non Siltap tahap kedua, untuk 3 bulan periode April hingga Juni.

Hal tersebut dibahas dalam pertemuan Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Takalar, Parawansa, bersama Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) Takalar, Achmad Rifai, dengan Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye. Di Ruangan Kerja Bupati. Senin 24 Agustus 2026

Dalam pertemuan tersebut, Ketua APDESI menyampaikan sejumlah hal terkait kebutuhan dan kelancaran pencairan Dana Operasional Non Siltap tahap kedua. Dana tersebut dinilai penting dalam menunjang operasional pemerintahan desa sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat terus berjalan secara optimal.

Merespons hal tersebut, Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye langsung memberikan arahan kepada pengelola keuangan daerah, dalam hal ini Kepala BPKD Takalar Muh. Rifai, agar proses pencairan dana operasional pemerintah desa Non Siltap tahap kedua segera ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku.

Arahan tersebut menjadi bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Takalar dalam mendukung keberlangsungan pemerintahan desa sekaligus memastikan kebutuhan operasional di tingkat desa tidak menghambat pelayanan kepada masyarakat.

Bupati Daeng Manye juga menekankan pentingnya kekompakan dan soliditas para kepala desa dalam menjalankan roda pemerintahan di wilayah masing-masing.

Menurutnya, kepala desa memiliki peran strategis sebagai ujung tombak pemerintahan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Karena itu, seluruh kepala desa diharapkan tetap solid, membangun komunikasi yang baik serta bersama-sama menjaga kondusivitas dalam menjalankan pemerintahan dan pembangunan desa.

“Pak Desa harus selalu solid dalam menjalankan pemerintahan di desanya, terutama dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” pesan Bupati Daeng Manye.

Ia menegaskan, dukungan terhadap pemerintah desa tidak hanya berkaitan dengan aspek anggaran, tetapi juga bagaimana seluruh perangkat pemerintahan desa mampu bekerja secara bersama-sama, bertanggung jawab dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Dengan adanya arahan tersebut, diharapkan proses pencairan Dana Operasional Non Siltap tahap kedua dapat segera terealisasi sehingga aktivitas pemerintahan dan pelayanan publik di seluruh desa di Kabupaten Takalar dapat berjalan semakin baik.

Pemerintah Kabupaten Takalar pun terus mendorong sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah desa dan seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat pembangunan dari tingkat desa serta menghadirkan pelayanan yang cepat, efektif dan berpihak kepada kebutuhan masyarakat.


Minggu, 23 Agustus 2026

Bupati Takalar Terus Bergerak Buka Peluang Besar Untuk Kemajuan Takalar

TAKALAR – Tantangan pembangunan tidak selalu menjadi alasan untuk berhenti melangkah. Justru di tengah keterbatasan, pemerintah dituntut untuk semakin kreatif membaca peluang, membangun kolaborasi, serta menghadirkan solusi yang berdampak bagi masyarakat.

Semangat tersebut terus ditunjukkan Bupati Takalar, Mohammad Firdaus Daeng Manye, dalam mendorong percepatan pembangunan di Kabupaten Takalar.

Di tengah kebijakan efisiensi anggaran pemerintah pusat yang turut berdampak pada kemampuan fiskal daerah, Pemerintah Kabupaten Takalar terus mencari berbagai alternatif untuk menjaga keberlanjutan pembangunan.

Bagi Daeng Manye, keterbatasan anggaran bukan alasan untuk berhenti. Sebaliknya, kondisi tersebut menjadi tantangan untuk memperkuat inovasi, membuka peluang investasi, memperluas jejaring kerja sama, dan mengoptimalkan potensi daerah.

Dorong Program Strategis
Salah satu langkah yang terus didorong adalah pembangunan Sekolah Rakyat di Takalar. Program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memperluas akses pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Takalar menjadi salah satu daerah di Sulawesi Selatan yang memperoleh program tersebut setelah pemerintah daerah aktif membuka komunikasi dan memperjuangkan hadirnya program strategis pemerintah pusat.

Selain sektor pendidikan, pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih juga menjadi perhatian pemerintah daerah. Program ini diharapkan mampu memperkuat sektor kelautan dan perikanan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Buka Peluang Investasi
Tak hanya mengandalkan anggaran pemerintah, Bupati Daeng Manye juga aktif membuka ruang investasi dan membangun komunikasi dengan berbagai pihak.

Potensi Takalar di sektor pertanian, perikanan, industri hingga pariwisata terus didorong agar mampu menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru.

Pengembangan sektor pariwisata juga menjadi bagian dari strategi tersebut. Potensi wisata alam yang dimiliki Takalar diharapkan dapat menarik wisatawan, membuka peluang usaha, sekaligus menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar.

Perkuat Birokrasi dan Jejaring
Pergerakan pemerintah daerah juga menyasar pembenahan internal pemerintahan melalui penataan birokrasi, peningkatan kualitas aparatur, pengembangan sumber daya manusia, serta penguatan tata kelola pemerintahan.

Komunikasi dan silaturahmi dengan berbagai institusi terus dibangun untuk membuka peluang kerja sama.

Jejaring tersebut bahkan diperluas hingga tingkat internasional. Bupati Daeng Manye sebelumnya melakukan kunjungan ke Beijing, China, untuk membuka peluang kerja sama dan investasi. Komunikasi dengan pihak Australia juga terus dijajaki sebagai bagian dari strategi memperluas jejaring pembangunan Takalar.

Di tingkat nasional, pemerintah daerah turut memperkuat hubungan dengan masyarakat Takalar di perantauan, salah satunya melalui silaturahmi dengan Badan Pengurus Nasional Kerukunan Keluarga Turatea Panrannuangku (BPN KKTP) di Jakarta.

Takalar Cepat Butuh Kolaborasi
Bupati Daeng Manye menilai pembangunan tidak dapat dilakukan pemerintah seorang diri. Dibutuhkan dukungan masyarakat, dunia usaha, diaspora Takalar, perguruan tinggi, lembaga pemerintah dan berbagai mitra strategis lainnya.

Semangat kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya mewujudkan Takalar yang semakin maju, mandiri dan sejahtera.

Di tengah berbagai keterbatasan, Daeng Manye memilih untuk terus bergerak, mencari peluang, membangun komunikasi dan memastikan potensi daerah dapat dioptimalkan untuk kepentingan masyarakat.

Takalar Cepat pun tidak hanya dimaknai sebagai kecepatan pembangunan, tetapi juga semangat untuk cepat membaca peluang, cepat mengambil langkah, cepat membangun kolaborasi, dan cepat menghadirkan manfaat bagi masyarakat.

Langkah tersebut menjadi bagian dari ikhtiar Pemerintah Kabupaten Takalar membawa Butta Panrannuangku menuju daerah yang semakin berkembang, terbuka terhadap investasi, kuat dalam sumber daya manusia, serta mampu mengoptimalkan potensi lokal untuk kesejahteraan masyarakat. 
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done